Sore itu saya mengajak seorang teman untuk berbuka bersama, mumpung sedang mudik ke Lubuklinggau. Karena sudah lama tidak pulang dan tidak begitu update soal tempat-tempat makan yang bagus di sini, saya minta dia merekomendasikan satu tempat. Pilihannya jatuh ke Hambal Ayo, sebuah cafe yang ternyata dioperasikan oleh salah seorang temannya juga.
Tempat & Suasana
Lokasinya memang persis di pinggir jalan, tapi jangan salah — setengah bangunannya masih menggunakan konsep rumah panggung dari kayu, yang justru memberikan kesan unik. Begitu masuk, langsung terasa vibes-nya: teduh, jadul, dengan deretan buku bacaan yang menghiasi dinding-dinding kayunya. Cocok buat yang ingin nongkrong santai sambil membaca atau sekadar menikmati suasana.
Ada juga area outdoor buat yang lebih suka duduk di luar — entah untuk melihat langit senja, memperhatikan lalu lalang kendaraan di jalan, atau sekadar menghisap rokok sambil menyeruput kopi.
Makanan & Minuman
Pilihan menunya cukup variatif dan harganya ramah di kantong. Kami memesan ikan bakar, ayam bakar, dan nasi goreng. Ikan bakarnya jadi favorit saya — bumbunya tidak berlebihan, jadi rasa ikannya masih terasa. Sayangnya, porsi ayam bakarnya agak mengecewakan karena kecil sekali, dan nasi gorengnya juga biasa saja.
Yang justru mencuri perhatian adalah snack-nya: ubi goreng, pisang goreng, dan otak-otak — semuanya enak dan pas untuk menemani ngobrol sambil menunggu waktu berbuka.
Namanya juga cafe, tentu harus coba kopinya. Saya pesan coffee latte — rasanya standar, tidak mengecewakan tapi juga tidak terlalu istimewa. Yang patut diapresiasi adalah pilihan menu kopinya yang cukup banyak, jadi ada banyak opsi untuk dicoba di kunjungan berikutnya.
Penutup
Hambal Ayo punya modal besar di suasana dan konsep tempatnya yang khas. Untuk makanan berat, masih ada catatan di porsi dan rasa, tapi snack-snacknya layak dicoba. Kalau sedang di Lubuklinggau dan butuh tempat nongkrong yang nyaman dengan harga terjangkau, cafe ini worth a visit.
